Mitra, Sulut – Ungkapberita.com Pos polairud ratatotok mendapat info hari rabu dini hari pukul 01.00.
Kemudian berkoordinasi dengan Polairres Mitra, Polsek Ratatotok dan Basarnas serta BPBD Mitra.
Pada hari Rabu Tim gabungan bersama keluarga korban dan Mitra nelayan melaksanakan pencarian dari perairan ratatotok sampai di perairan nuangan kab.Boltim.
Pukul 12.00 wita mendapat info dari nelayan Kotabunan bahwa telah di temukan perahu korban di pulau kumeke desa bulawan induk kec.kotabunan kab.Boltim. 30/08/2025
Kec.posumaen kab.mitra Minahasa tenggara
Nama : Baim Kalipe, umur 55 THN
Alamat jaga 5 desa Basaan, pesisir pantai..
Kronologi :
Ybs berangkat melaut hari selasa dini hari pukul 02.00 wita tanggal 26 agustus 2025.
Menurut keterangan keluarga korban biasanya setiap melaut pulang jam 4 sampai jam 5 sore..kec.posumaen kab.mitra Minahasa tenggara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim dan keluarga korban langsung menuju ke TKP di temukan perahu korban dan ditemukan perahu korban dlm keadaan terdampar di pulau kumeke, akan tetapi Korban belum di temukan.
Tim langsung melakukan pencarian di sekitar wilayah pulau kumeke.
Pada hari Kamis Tim melanjutkan pencarian dengan cara menyelam dan menyisir pulau kumeke dan perairan kotabunan tapi hasil masih nihil.
Pada hari Jumat tim lanjut menyelam di sekitar pulau kumeke dan membagi tim yang lain melaksanakan pencarian di pulau hogow sampai perairan ratatotok dan basaan.
Pada pukul 05.20 mandapat info dari nelayan desa Tumbak bahwa telah di temukan mayat di perairan desa tumbak.
Tim langsung menuju desa tumbak dan korban sudah di bawah ke pesisir pantai tumbak,setelah tim dan keluarga korban mengidentifikasi korban dan dipastikan oleh keluarga korban bahwa benar korban adalah lelaki bernama Bain Kalipe.
Kemudian tim dan keluarga korban langsung membawa korban menggunakan ambulance milik basarnas ke rumah korban di desa basaan satu kec.ratatotok kab.mitra.
Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima dengan ikhlas kepergian almarhum.
Pukul 20.00 wita korban di makamkan di pekuburan umum desa Basaan Satu.
Korban di duga jatuh dilaut pada saat melaut dikarenakan cuaca buruk (angin kencang dan gelombang tinggi), dan menurut info dari istri korban bahwa korban sebelum berangkat melaut korban merasa pusing.
Ketika tim melakukan identifikasi kepada korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan dan murni kecelakaan di laut.
Perahu korban yang ditemukan dalam keadaan baik.
Pihak keluarga korban menerima kematian korban dengan ikhlas.
Dan mengucapkan terima kasih kepada Tim gabungan yang sudah membantu melakukan pencarian korban sehingga korban bisa di temukan. (Harto.U)